Open post

STOSA English Festival 2017

Saint Thomas 1 presents:
STOSA ENGLISH FESTIVAL 6!
“Be brave to speak English. We conquer the world”
An english competition among senior and junior high schoolers

We open registration!
Start 6 March till 24 March 2017
Technical Meeting: 28 March 2017
Will be held : 30 March – 1 April 2017
This competition consists of:
1. For Middle Schoolers
-SPELLING BEE (50K)
-STORY TELLING (70K)
-POSTER DESIGN (60K)
2. For Senior High Schoolers
-DEBATE (180K/Team)
-NEWSCASTING (70K)
-SPEECH (70K)
-STORY TELLING (70K)
-POSTER DESIGN (60K)
-GENERAL ENGLISH TEST (50K)

Prizes includes TROPHY, CERTIFICATE, and CASH PRIZE.
REGISTER NOW!!
For more information:
-Christian: 08566100254 / christianstnjk
-Meisy: 081375656008 / meisy_dee
Or email us at stosaenglishfest@gmail.com
And follow us on Instagram: @SEF6_2017

Open post

IEC Debate Open 2017

We are back! International Education Centre (IEC) is proud to convene the 5th IEC Debate Open on the 26th March and 2nd of April 2017. This open invitational tournament  promises to be one of the most prestigious and competitive events in the local debate calendar.

This tournament is perfect for exposure to a high level of world debating and for training for upcoming debate competitions and the rest of the debate year ahead. For four years consecutively, we attracted teams from prestigious high schools and universities and many notable illustrious members of the debating alumni.

We would like to extend a cordial invitation to your esteemed institution to participate in the IEC Debate Open 2017.

Dates: 26th March (Sun) and 2nd April (Sun) 2017

Venue: IEC Malaka (Preliminary and Final rounds)

Timing: 8 am to 5.00 pm (Preliminary rounds)

Rounds 26th March : 3 preliminary Rounds
2nd April   : Quarter-finals, Semi-Finals (Novice and Main), Grand Final (Novice and Main)

Debating Format: British Parliamentary Debate (WUDC/Worlds)
Team Rule: 2 debaters in a team
Reg. Fees: 200,000 IDR
Latest Registration and Payment on 21 March 2017.
(Team cap: 40 teams, first come first serve basis).

To register, please come to IEC Malaka, IEC Jemadi, or IEC Hayam Wuruk. More details can be found at our facebook group (IEC Debate Open). We look forward to hearing from you and meeting you at IEC Debate Open 2017.

Join us at IEC Debate Open, the first open debate in Medan!

Open post

MDF Public Survey Results

Latar Belakang

  1. Bahwa debat bahasa Inggris telah berkembang menjadi suatu pembelajaran alternatif tentang bahasa Inggris dan berpikir ilmiah, di samping merupakan hobi yang ditekuni oleh banyak kalangan.
  2. Bahwa kompetisi atau turnamen debat bahasa Inggris merupakan ajang aktualisasi untuk memperluas koneksi, pergaulan, serta kemampuan untuk mengembangkan kemampuan pribadi atas public speaking dan critical thinking.
  3. Hasil kompetisi yang berupa pemenang lomba, berhak memperoleh gelar champion maupun best speaker tentunya menjadi salah satu achievement yang bergengsi bagi banyak kalangan, dan dibuktikan melalui bentuk sertifikat dan piala.
  4. Kompetisi yang semakin banyak dan variatif, dan dapat dilaksanakan pihak manapun, baik pemerintah maupun swasta, menimbulkan dilema baru soal legalitas sertifikat dan award tersebut.
  5. Beberapa sekolah hanya menganggap bahwa prestasi yang legal seharusnya dihasilkan dari kompetisis yang dilaksanakan oleh institusi pemerintah, sekolah ataupun universitas yang well-established.
  6. Sehingga dilema ini menjadi suatu perdebatan tersendiri yang memberikan pengertian tersendiri soal:
    1. legitimasi penyelenggara lomba
    2. tolak ukur award
    3. hambatan dalam perkembangan proliferasi debat yang umumnya dilaksanakan oleh individu maupun lembaga di luar konteks sebagaimana disebutkan di poin (5) di atas.
  1. Untuk membuka diskusi dan pemahaman publik yang lebih luas dan multi spektrum dalam memandang masalah tersebut.

Hasil Survey

Mereka yang Setuju

  • Agar kompetisi bisa terjaga kualitasnya bukan terjaga kuantitasnya
  • Saran saya semoga dengan diadakan nya lomba debat bahasa inggris yang diadakan oleh institusi resmi bisa mengeluarkan sertifikat yang legal dan worth it yang benar benar diakui sertifikat nya, karena juga banyak yang menggunakan sertifikat nya buat mendaftar beasiswa ataupun mendaftar ke tingkat universitas. Dan semoga lebih banyak lagi lomba lomba yang diadakan institusi resmi juga yang berada di bawah pengawasan MDF sendiri.
  • well for some people that join this kind of competition this kind of policy’s really needed specially when it comes to the certificate, i think a good competition should be under a legal constitution
  • Karena kita murid SMA alangkah baiknya jika sistem debat yg digunakan adalah asian parlimentary
  • Debatnya harus mendidik dan dapat membuat wawasan peserta menjadi lebih luas
  • Bahwa pemerintah harus mendukung perlombaan seperti debat bahasa inggris ini menjadi perlombaan resmi karena ini merupakan menjadi salah satu cara untuk mempersiapkan penerus bangsa yang berpikir kritis sehingga kelak kedepannya indonesia mendapatkan calon yang berkualitas tidak seperti sekarang yang hanya memikirkan perut mereka sendiri dan menggunakan sistem yang ada demi keuntungan mereka
  • Institusi resmi akan memberikan legalitas kompetisi yang jelas serta akuntabilitas yang dapat dipertanggung jawabkan. Tetapi walaupun begitu, adalah baik jika beberapa institusi resmi akan memberikan bantuan dan supervisi kepada beberapa individu atau komunitas tidak resmi yang ingin mengadakan lomba sehingga status mereka menjadi jelas dan tidak merugikan baik pihak organizer, peserta, maupun juri. Daerah kita masih memerlukan banyak kompetisi serta menyebarluaskan aktivitas debat sehingga memerlukan banyak pemeran karena kapasitas institusi resmi masih belum begitu luas dan memadai.
  • Apakah Lembaga yg sudah mendapatkan akta notaris Dan nomor pajak termasuk Lembaga Resmi?
  • Setuju, agar individu atau komunitas tidak dengan gampang atau sembarangan dalam membuat acara, harus ada legalitas yang diharapkan hasil dari perlombaan secara tertulis dalam bentuk sertifikat dapat berguna kedepannya, sehingga perlu adanya standar legalitas penyelenggara.
  • Setuju untuk meningkatkan kemampuan menganalisa dan berpikir kritis oleh siswa
  • Biar lebih jelas pertanggungjawabannya.
  • Kita perlu memanfaatka sarana debat ini untuk lebih mengasah para siswa/I untuk lebih berpandangan luas dan kritis. Tidak hanya menuntut tapi juga memberi solusi

Mereka yang Tidak Setuju

  • Hal ini berkaitan dengan Pasal 28 A-J, dimana hak setiap warga negara dijamin oleh negara. Oleh sebab itu sy prcya sekumpulan orang (komunitas) sah sah saja melakukan lomba debat krna hal itu sesuai dengan perundangan
  • It would be cool that Medan tournaments are organized by institutions, as it will be easier in many aspects. Therefore, I have no problem with that, but I do have my concern with this “limitation”. Anybody who love debating should be able to organize a competition providing that the committee in charge will be able to attract sponsors (if not their own) as well as the debate teams. It is not necessary that one’s development or passion be limited by another institution, such as getting the permission to hold a competition as it defeats the notion of choice. Although I must say that debaters are more inclined to join the ones under institutions. My two cents.
  • Debat yang hanya boleh diadakan oleh institusi resmi akan semakin membatasi jumlah lomba debat di Medan yang sudah sedikit menjadi semakin sedikit.
  • Bila memang komunitas bisa mengadakan acara yang berkualitas, saya rasa justru sebaiknya didukung. Asal ada quality control dan awareness dari debating society saya optimis pihak komunitas bisa menyelenggarakan kompetisi dengan baik.
  • Semakin banyak lomba debat yang diadakan, maka akan semakin banyak wadah untuk memperoleh pengetahuan yang lebih banyak lagi.
  • Lomba adalah salah satu ajang dimana kemampuan dan ketajaman berfikir di uji. Dalam lomba terdapat banyak pembelajaran dan pengalaman yang dapat diambil. Lomba semata-mata tidak harus selalu dilaksanakan oleh institusi resmi, bisa juga dilaksanakan oleh komunitas dan individual. Namun perlu diperhatikan juga bahwa lomba yang dilaksanakan oleh suatu komunitas atau individu itu adalah jujur dan tidak berpihak pada salah satu peserta yang dapat menurunkan kredibilitas dan essential tujuan lomba itu sendiri. Thanks.
  • Setiap institusi, baik resmi maupun tidak resmi saya kira memiliki hak yang sama untuk melaksanakan perlombaaan. Selama kegiatan tersebut bermanfaat, mengapa harus dihalangi ? Jadi ya, ada baiknya jika komunitas atau individual jangan dilarang untuk melaksakan perlombaan. Ga ada yg salah dengan kegiatan tersebut.
  • Komunitas lain juga bisa mengadakan lomba, karena semakin banyak lomba yang diadakan maka semakin sering siswa/siswi menyalurkan jiwa kompetitifnya pada cabang lomba yang digemari.
  • Suatu komunitas juga bisa mengadakan lomba asalkan jelas. Karna lomba dari intuisi resmi juga ridak terlalu banyak dan terbatas(tidak semua intuisi resmi disetiap daerah mau mengadakan lomba). Jadi banyak yang ingin menguji kemampuannya (ikut lomba) tapi tidak tersampaikan. Tapi berbeda bila diselenggrakan oleh intuisi yang tidak resmi mis suatu komunitas yang memiliki banyak cabang.
  • Perkembangan debat di Medan lebih banyak dipengaruhi oleh bbrp komunitas khususnya komunitas debat. Kalau pun lembaga resmi ingin menyelenggarakan lomba sebaiknya ikut bekerja sama dgn komunitas tersebut dalam hal adjudicating atau standard-standard debat yang lain.
  • Debat merupakan manifestasi dari kebebasan berpendapat yang terarah, Dan sudah seharusnya debat dapat dilakukan oleh siapapun yg ingin melakukannya, apalagi sebuah lomba yg merupakan ajang yg tepat untuk mempromosikan kebebasan berpendapat Dan berpikir Kritis. Pembatasan penyelenggara hanya akan mengkotak-kotakkan kebebasan tersebut, Serta mengurangi jumlah lomba debat yg memang sudah sedikit.
  • Debating is not only about winning the throphies, but to built the character the debaters. The more often the debaters debate the better and the stonger the arguments will be shaped, on the other hand the competition held by govt is mostly annually done. It would never improve the debaters’ quality if that competition is the only competition awaited. Some enthusiasts will eventually join the other good competitions (which is not legaled by govt, such as Debate Open) to improve the debating skills and the moment to prepare to compete in national debate tournaments, so I dont agree with this idea and support some communities, clubs, forums, organisation or enthusiast to hold the more competition. Lets make debate fun again!

Analisis

Sebanyak 38 responden turut berpartisipasi dalam survei ini, dengan jumlah sebanyak 22 responden (57.9%) menyatakan setuju dan sebanyak 16 responden (42.1%) menyatakan tidak setuju. Berdasarkan analisa pada reasoning dari responden yang menyatakan setuju, didapatkan beberapa variabel yang akan diuntungkan jika lomba/kompetisi debat di Medan diselenggarakan oleh institusi resmi, yakni: kualitas lomba dan kredibilitas sertifikat.

Di sisi lain, responden yang berpendapat tidak setuju, memiliki concern terhadap isu-isu:

  1. Kurang berkembangnya kegiatan debat bahasa Inggris di Medan.
  2. Hak bahwa siapa saja berhak untuk mengadakan lomba.
  3. Adanya bias institusional yang hanya menguntungkan pihak tertentu.

Pada kegiatan debate competition, terdapat beberapa stakeholder yang secara otomatis terlibat dalam pelaksanaannya, seperti pihak panitia, peserta, dan tim juri. Setiap stakeholder tersebut juga akan diberikan award atas partisipasinya berupa sertifikat kepada semua pihak dan juga tropi kepada yang menang. Alangkah baiknya jika award yang diberikan adalah award yang bersifat kredibel dan bisa dimanfaatkan sebagai bukti prestasi seorang individu sebagai media penunjang karir atau status akademis seseorang, mengingat bahwa debat adalah kegiatan akademis yang mengandalkan kemampuan berpikir kritis dan juga public speaking. Sebagai tambahan, pada poin ini jugalah perlu kita sadari bahwa siapa saja memiliki hak untuk mengadakan lomba debat, akan tetapi, jika hanya sebatas mengadakan perlombaan tanpa mempertimbangkan kemungkinan adanya pihak yang bisa dirugikan (seperti sertifikat yang tidak diakui), maka lomba tersebut telah merugikan setiap stakeholder-nya.

Di samping itu, tidak ditemukan adanya ‘benang merah’ antara variabel kualitas lomba dengan institusi yang legal. Jika dikaji lebih lanjut, terdapat beberapa elemen yang berkontribusi untuk membuat sebuah lomba yang berkualitas, seperti: tim penjurian yang terakreditasi, lokasi lomba yang kondusif, dan tidak ada kecurangan. Dari ketiga elemen tersebut, tidak ditemukan adanya eksklusivitas atau jaminan bahwa institusi legal akan selalu menghasilkan sebuah lomba yang berkualitas. Juga, setiap orang yang memiliki akses terhadap ketiga elemen penentu kualitas lomba, maka orang tersebut telah berpotensi untuk mengadakan lomba yang sama baiknya.

Salah satu tantangan dalam melakukan proliferasi debat di Medan adalah adanya stereotype yang salah bahwa satu-satunya cara untuk meningkatkan kapasitas debat adalah dengan berpartisipasi di lomba debat. Padahal, kompetisi adalah ajang untuk membuktikan kapasitas diri, yang nantinya mendukung proses pembelajaran yang lebih lagi. Proses pembelajaran debat dapat dilakukan dengan berbagai hal, seperti mengikuti coaching clinic, rajin belajar/latihan, dan sebagainya.

Kesimpulan

Berdasarkan kajian ini, dapat dipelajari bahwa variabel kredibilitas award hanya secara eksklusif terdapat pada institusi legal. Oleh sebab itu, MDF menganjurkan kepada semua debate enthusiast untuk hanya mengikuti kompetisi-kompetisi debat bahasa Inggris yang diadakan oleh institusi legal agar tidak adanya pihak yang dirugikan kelak.